Renungan 22 Maret 2008
Renungan Paskah - Keterikatan...
Pertama tama saya ingin meminta maaf atas para pembaca renungan sabtu di blog untuk post blog sebelumnya (Renungan 15 Maret 2008) yang kacau dalam tampilan penulisannya. Saya juga minta maaf karena baru bisa membetulkannya sekarang karena saya masih dalam status peperangan dengan virus, trojan, dan spyware...
Kedua saya ingin meminta maaf atas para pembaca renungan sabtu di group karena sudah 2 minggu tidak mendapatkan renungan saya... Hal ini disebabkan oleh spyware yang menjangkiti computer saya membuat computer saya selalu 'hang' ketika mozilla membuka mail.yahoo.com.. Cukup aneh ? ya.. sangat aneh.. dan sangat menyebalkan karena sekarang saya harus membaca, mereply, dan mendelete sekitar 150an e-mail yang masuk sejak 2 minggu yang lalu
Renungan kali ini adalah renungan buatan saya sendiri berhubung saya online dari warnet dan saya merasa kurang maksimal jika saya mencari artikel dalam waktu kurang dari 2 jam untuk renungan yang hanya muncul 1 minggu sekali (Karena kalo munculnya cmn 1 minggu sekali berarti harusnya renungan itu bagus !!). Kalo kata Titi Kamal "Ga Nendang !!" ^^. Renungan kali ini terinspirasi ketika saya di SENAT dengan Rudi(2005), WIlliam(2004), Vella(2005), Edo(2005), dan seseorang-yang-saya-tidak-tahu-namanya(2005). Saat itu Rudi memiliki ide untuk kembali ke masa lalu dan membunuh orang orang yang membuat dia harus belajar sekarang. Di antaranya dia ingin membunuh Aristoteles, Galileo, Phytagoras, bahkan si bodoh Newton yang sempat sempatnya berpikir kenapa buah apel jatuh ke bawah (dia mengakui kalau sampai hal itu -buah apel jatuh ke bawah- terjadi padanya, dia akan panjat pohon itu dan memakan buah apel lainnya)
Ok sebelum kita masuk pada renungan mari kita lakukan 1 hal dulu. Mari kita bersama sama mendaftar 5 hal di luar tubuh kita yang kita tidak bisa hidup tanpanya...
Ok saya akan beri anda waktu...
Pikirkan baik-baik, gunakan waktu anda sebaik baiknya...
Ok.. berapa banyak dari anda yang menuliskan internet di dalamnya ?
Ya jika sekarang anda merasa anda tidak dapat hidup tanpa internet anda boleh mengganti satu hal dari daftar anda dengan internet
Next... berapa banyak dari anda yang menuliskan komputer di dalamnya ?
Hmm... ok untuk sekarang lagi lagi anda boleh merevisi daftar "hal-yang-anda-tidak-dapat-hidup-tanpanya"
Berapa banyak dari anda yang sudah menuliskan listrik di daftar anda ?
Nah.. anda terlupa ? Apakah anda yakin anda dapat hidup tanpa listrik ? Ya ya ya sampai saat ini anda masih mendapatkan kesempatan untuk merevisi daftar anda.
Lalu... berapa banyak dari anda yang melupakan Air, Udara(Oksigen), Ozon, Matahari ?
Ah... tampaknya jumlah 5 kurang buat anda ya ? Ok buatlah menjadi 10...
Pikirkan kembali...
Pelan-pelan..
hati-hati...
Karena ini saat terakhir anda boleh mengkoreksi daftar anda...
Ok..
Selesai...
Sekarang baca daftar anda...
Dan apakah anda menemukan tulisan "Tuhan" di sana ?
Tidak ?
Lalu menurut anda apakah Dia tidak penting ?
Ohh.. menurut anda sistem reproduksi, pencernaan, dan respirasi manusia berjalan dengan serba kebetulan ?
Atau sebegitu percayanya anda bahwa amoeba itu berevolusi menjadi manusia ?
Karena jika manusia dari kera, lalu kera dari..., seharusnya .... berasal dari hewan bersel 1 (dalam hal ini saya ambil contoh amoeba).
Dan untuk anda yang menemukan tulisan "Tuhan", sejujurnya.. di urutan ke-berapa anda baru menemukan kata "Tuhan" ?
2,3,4,5 ?
atau bahkan 9,10 ?
Atau anda yang menuliskan di nomor 1 hanya karena Pelajaran Pancasila dan Agama begitu merasuk dalam diri anda ?
Jujurlah pada diri anda sendiri... tadi.. apakah anda lebih cepat berpikir listrik, internet, komputer, udara, air daripada Tuhan ?
Well itu menggambarkan prioritas kita saat ini.
Mari kita ambil waktu sejenak untuk mengatur kembali prioritas kita...
Banyak dari kita di mana prioritas kita sedang kacau sekarang...
Banyak dari kita yang sedang sombong bahwa kita sedang dalam keadaan "tidak-butuh-Tuhan" sekarang ini...
Kalau kita telah mengatur prioritas kita, maka mari kita sisihkan waktu lebih banyak untuk prioritas utama kita...
Harusnya... kita lbh sering berdoa daripada bernafas...
Berdoa bukan berarti tutup mata atau bersemedi...
Doa intinya mencari/mendekat/melakukan usaha untuk dekat dengan Tuhan...
Sudahkah kita lakukan itu ?
Mari kita sama-sama belajar melakukannya...
"Cause without Him we are nothing, and with Him we could be everything"

hmmm quite touching boy, apalagi dari tulisanmu dewe, wah keren keren hehehe, keep on renungan sabtu-ing ya boy
Posted by: xand | March 22, 2008 05:59 PM
yeah, sering kali kita manusia bilang "we are zero without GOD", tapi kalo kita mau jujur, apa iya, seringane kita anggep kita wes isa, Tuhan itu sapa...
keren2
GO AHEAD ko...
tapi sampe sekarang kok belum ada lagi?
GBU bro
Posted by: y-sa | April 17, 2008 08:59 AM